Minggu, 12 Januari 2020

Masjid Agung Sang Cipta Rasa


17M PILAR MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA

            Cirebon adalah salah satu kota di Jawa Barat yang terkenal sebagai kota udang. Cirebon memiliki banyak sekali objek wisata dan peninggalan sejarah, salah satunya wisata religi Masjid Agung Sang Cipta Rasa (Pakung Wati). Masjid Agung Sang Cipta Rasa berada di daerah kasepuhan dan lokasinya tidak jauh dari keraton kasepuhan. Dengan lokasi yang sangat strategis Masjid Agung Sang Cipta Rasa sering sekali dikunjungi oleh pengunjung untuk sholat dan bahkan hanya sakadar untuk mengunjunginya.
            Masjid Agung Sang Cipta Rasa atau disebut dengan Pakung Wati Cirebon. Nama Masjid Agung Sang Cipta Rasa diambil dari segi tujuan dan nama. Sang Cipta Rasa diambil berdasarkan tujuannya yaitu, sang yang artinya agung , cipta yang artinya diciptakan dan rasa yang artinya dirasakan. Di samping itu Masjid Agung Sang Cipta Rasa diambil dari segi nama yaitu dari pengambilan nama putri, putri pakung wati. Masjid ini juga memiliki arti luas yaitu masjid yang dibangun untuk digundakan oleh masyarakat umum. Masjid ini didirikan pada tahun 1408, pada zaman Syekh Syarif Hidayatullah.  
            Masjid Agung Sang Cipta Rasa  ini memiliki perbedaan dengan masjid lainnya yaitu buka 24 jam. Disamping memiliki perbedaan masjid ini juga memiliki keistimewaan yaitu pintunya kecil dan pendek, maksudnya adalah nilai ketakwaan yang memaknai diri kita kecil dan memiliki ciri khas lainnya yaitu tujuh muadzin karena pada waktu itu terdapat peristiwa menjangan wulu yaitu terdapat mahluk yang mengganggu manusia.
            Masjid Agung Sang Cipta Rasa memiliki  arsitektur yang menarik yang dibangun dengan polesan ide Kanjeng Sunan Kalijaga dan Raden Sepad dari kerajaan Majapahit. Masjid ini  dibangun dalam waktu satu malam dengan lima ratus orang tukang dari Cirebon-Demak dan Majapahit. Bangunannya terdapat bata dan kayu, coraknya memakai corak khas Jawa karena corak islam di Jawa terkenal sangat kuat pada masa itu. Secara umum, masjid ini mempunyai 9 pintu sebagai jalan masuknya. Satu pintu utama dan delapan disisi kanan dan kiri. Terdapat 24 pilar yang memiliki makna 2x40 proses terciptanya manusia atau perubahan. Memiliki beberapa pilar kembar dan di dalam masjid terdapat 30 pilar yang diambil dari 1 bulan terdapat 30 hari. Pokok pondasinya yaitu di tengah  yang memiliki pilar utama yang tingginya 17cm.
            Sebagai warga muslim Indonesia tidak salahnya kita menjelajahi salah satu wisata religi di Cirebon salah satunya Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Masjid yang memiliki banyak sekali  keistimewaan yang patut kita ketahui.

Jumat, 21 Juni 2019

Resensi Novel


Sunyi di Dada Sumirah


·         Identitas Buku
Judul : Kamar 3x3
Penulis :Artie Ahmad
Penerbit : Mojok
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2018
Tebal Buku : viii + 298 halaman
ISBN : 978-602-1318-72-0

Nama : Nyi sebagai pengarang
            Arlen sebagai teman pengarang
            Mpok Titin sebagai ibu kos
            Mbak Ning pemilik warteg asal Tegal
            Rama sebagai penyemangat bagi Nyi/pengarang
           
            Kamar 3x3 yang berada di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur menggambarkan cerita seorang gadis yang mencari suaka baru, mencari tempat untuknya tidur dan mendapat ketenangan. Cerita ini menggambarkan seorang gadis yang menceritakan dirinya sendiri yang merasa dirinya dililai tampak seperti mahluk atau manusia rekaan yang tidak di pandang baik oleh orang lain di desanya. Lalu ia mencari tempat baru di Jakarta dan ia menemukan tempat kos-kosan yang berada di sebuah kota akan tetapi jauh dari ramainya kota Jakarta yang terkenal ramai dan padat, ia menemukan kosan itu saat ia di tunjukan oleh temannya yang bernama Arlen “gadis muda yang selalu tampak ceria” . Tempat itu adalah tempat kaum urban untuk tinggal atau tempat orang perantau yang datang dari desa yang harus menempuh belasan jam dari Jakarta. Tempatnya di sebuah gang yang amat kecil dan jalannya hanya bisa dilalui sepeda motor, maksimal odong-odong keliling dan gerobak penjual makanan saja. kemudian ia bertemu seorang perempuan yang dipanggilnya Mpok Titin. Kemudian Mpok Titin membukakan pintu kos yang cukup sederhana dengan ukuran kamar 3x3  meter persegi yang sesuai dengan keinginannya dengan kamar mandi dalam yang hanya muat satu ember plastik dan Wc jongkok kemudian ia isi dengan piring, gelas dan vespa miliknya dan ia pun menikmati kosan tersebut karena ia merasa tidak ada lagi penghakiman membabi buta, tak ada dan penilaian yang dari tampak saja. Kemudian iya menempati kosan itu dan ia pun merasakan kepeningan pada kepalanya lantaran gagal tidur siang yang ia rencanakan karena kecoa mengganggu tidurnya. Ia mendengar rintikan hujan dan ia merasakan kejenuhan dengan keadaan kamarnya lalu ia memutuskan keluar  kamar menghirup  secangkir cappuccino yang mungkin bisa menenangkan dirinya.
            Kemudian, ia keluar menggunakan vespanya melawati jalan ber-paving blok yang bergelombang. Kemudian di dalam berjalanannya ia mendengar suara Mbak Ning” perempuan sederhana dan baik hati asal Tegal” yang menanyakannya mau kemana dan akapun menjawab “mau jalan-jalan dengan melontarkan senyum sembari memangguk”. Kemudian ia berhenti di sebuah kedai kopi bernuansa Cozzy dengan alunan suara Enrique Iglesias  mengalun lembut memenuhi sudut kedai kopi. Akan tetapi, ada kesenduhan, kesepian, sekaligus ada kekecewaan karena ia teringat kepada Mi orang tuanya. Kemudian ia bertemu dengan Rama, seorang laki-laki yang sejak pertama kali ia melihatnya ada kebahagiaan pada Rama. Lalu saat bertemu rama ia berbincang-bincang dengan candaan dan kemudian berhenti seketika dengan keseriusan yang di lontarkan Nyi mengenai judul novel yang akan ia buat yaitu “seorang pelacur dengan anaknya”

·         Keunggulan dan kelemahan buku

*Keunggulan  dalam buku ini adalah ceritanya menarik, menggunakan bahasa yang mudah di mengerti, alurnya tidak membosankan dan ternapat nilai motivasi dan nilai manusiawi pada buku ini.

*Kelemahan dalam buku ini adalah penggabungan judul cerita-ceritanya terlalu banyak.

Kamis, 13 Juni 2019

Serba-serbi ramadan


SERBA-SERBI DI BULAN RAMADAN

            Di bulan ramadan yang penuh berkah ini, kita bukan saja mencari hidayah dan meningkatkan ibadah dan amalan kita. Di bulan ramadan ini banyak sekali hal yang menarik di sekeliling kita dan hal-hal yang baru di sekeliling kita.
            Tanpa jauh-jauh di sekeliling kita banyak sekali orang-orang yang menunggu bulan suci ramadan dan sekaligus menantikan datangnya hari Raya Idhul Fitri dimana hari tersebut semuanya berkumpul dan memakai pakaian baru dengan model yang sangat beragam, indah, corak yang menarik, gamis-gamis yang anggun dan harga yang beragam dari yang murah hingga yang mahal dan juga yang sudah mereka tunggu dan beli jauh-jauh hari. Akan tetapi, di bulan ramadhan juga banyak sekali serba-serbi yang ada dari makanan, minuman, aksesoris atau hiasan rumah dan suasana di sore hari.
            Makanan-makanan asing yang sering ada dan selalu ada di bulan ramadhan yaitu kolek pisang, kolek kolang kaling, kembang pacar dan sebagainya. Makanan tersebut begitu nikmat dan sangat memanjakan mata untuk kita membelinya dengan kuah air yang coklat dan manis serta pisang pada kolek pisang yang pulen menambah selera pembeli dan di bulan ramadhan ini makanan tersebut cocok sekali untuk berbuka puasa yaitu berbuka dengan yang manis-manis.
            Selain makanan ada juga minuman yaitu es buah dengan komposisi buah yang segar dan sangat banyak yaitu buah naga, papaya, anggur , alpukat, agar-agar, cincau, roti, tape, melon dan sebagainya dan di siram dengan air gula merah dan susu, selain es buah juga ada takjil . Es buah memang setiap hari ada yang berjualan akan tetapi pada bulan ramadhan penjual es buah semakin meningkat dan itu menjadi kesempatan masyarakat untuk menambah penghasilan dan biasanya di bulan ramadhan juga ada yang namanya takjil yaitu makanan berbuka puasa dan biasanya takjil bisa kita peroleh dengan cara membelinya dan ada juga yang membagikannya.
            Selain makanan seperti kolek dan minuman seperti es buah, sebagai kaum muslimin di bulan ramadhan atau bulan puasa juga harus menyediakan buah berwarna coklat kehitam-hitaman dengan biji yang sangat keras  sebagai menu berbuka puasa dan sangat dianjurkan untuk mengonsumsinya lantaran memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kurma juga adalah sunah nabi yang dianjurkan kengonsumsi kurma dalam bilangan ganjil yaitu 1, 3, 5, atau 7 butir.
            Keseharian masyarakat muslimin juga sangat beragam di bulan puasa ini karena mereka di waktu siang mereka mulai mempersiapkan makanan untuk berbuka dan di malam hari mereka mempersiapkan makanan untuk sahur dengan beragam makanan yang mereka persiapkan dan mereka melakukannya dalam satu bulan penuh di bulan suci ramadhan. Di samping itu di bulan ramadhan ini juga ada yang patut kita lirik yaitu keseharian masyarakat saat sore hari menjelang berbuka yaitu mereka melakukan jalan-jalan sore (ngabuburit) mereka lakukan karena untuk mencari makanan untuk berbuka , ada yang sekadar untuk jalan-jalan saja da ada juga yang ngabuburit hanya untuk menghabiskan waktu luang agar menunggu waktu berbuka tidak terasa lama.
            Di bulan ramadhan ini kita juga sering menjumpai supermarket dengan isi yang begitu berbeda dengan hari-hari biasa, perbedaanya yaitu dengan adanya bulan ramadhan hampir atau bahkan seluruh supermarket berisi dengan makanan-makanan ringan, makanan kaleng, dan minum- minuman seperti marjan yang berjejeran serta bertumpuk banyak dan biasanya dapat dijumpai di awal pintu masuk supermarket dan masyarakat sangat memerlukan semua itu karena sudah turun temurun masyarakat membeli makanan ringan dan kaleng saat bulan ramadhan karena untuk sekadar memperingati dan untuk ngirim atau silaturahmi sanak saudara yaitu dengan membawa bingkisan makanan ringan dan kaleng saat hari raya idhul fitri tiba.
            Pada supermarket di setiap bulan Ramadan juga termasuk serba-serbi yang menarik karena banyak sekali yang berubah yaitu sebuah antrian yang begitu panjang dan pembeli yang sedia sabar menanti karena itu termasuk kebutuhan yang mereka perlukan. Selain antrian yang panjang yang telah dilewati mereka juga lanjut mengantri lagi karena di bulan puasa jalanan yang di hari-hari biasa tampak biasa saja akan tetapi di bulan Ramadan semua jalanan akan penuh dan macet. Untuk menanggulanginya yaitu dengan cara memenej waktu atau memperkirakan waktu yang tepat untuk berbelanja.
            Sebelum hari raya idul fitri tiba biasanya para pemuda di desa sudah memiliki tradisi yaitu meminta sumbangan kepada para tetangga untuk membeli sebuah lampu hias LED dan bambu untuk  menempelkan lampu hias yang akan di susun di setiap jalan. Selain untuk menempelkan lampu hias, bambu juga di gunakan untuk pembuatan gapura yang akan di letakkan di depan gang dengan berbagai tulisan yang indah dan menarik untuk menyambut hari raya.
            Setelah bualan ramadhan selesai maka akan ada hari raya idhul fitri dan biasanya pada hari itu semua keluarga berkumpul bersama dan menikmati makanan khas daerah seperti ketupat dengan tambahan kuah yang menggugah selera, daging  rendang yang empuk  dan sebagainya.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

17M PILAR MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA             Cirebon adalah salah satu kota di Jawa Barat yang terkenal sebagai kota udang. Ci...