Jumat, 21 Juni 2019

Resensi Novel


Sunyi di Dada Sumirah


·         Identitas Buku
Judul : Kamar 3x3
Penulis :Artie Ahmad
Penerbit : Mojok
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2018
Tebal Buku : viii + 298 halaman
ISBN : 978-602-1318-72-0

Nama : Nyi sebagai pengarang
            Arlen sebagai teman pengarang
            Mpok Titin sebagai ibu kos
            Mbak Ning pemilik warteg asal Tegal
            Rama sebagai penyemangat bagi Nyi/pengarang
           
            Kamar 3x3 yang berada di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur menggambarkan cerita seorang gadis yang mencari suaka baru, mencari tempat untuknya tidur dan mendapat ketenangan. Cerita ini menggambarkan seorang gadis yang menceritakan dirinya sendiri yang merasa dirinya dililai tampak seperti mahluk atau manusia rekaan yang tidak di pandang baik oleh orang lain di desanya. Lalu ia mencari tempat baru di Jakarta dan ia menemukan tempat kos-kosan yang berada di sebuah kota akan tetapi jauh dari ramainya kota Jakarta yang terkenal ramai dan padat, ia menemukan kosan itu saat ia di tunjukan oleh temannya yang bernama Arlen “gadis muda yang selalu tampak ceria” . Tempat itu adalah tempat kaum urban untuk tinggal atau tempat orang perantau yang datang dari desa yang harus menempuh belasan jam dari Jakarta. Tempatnya di sebuah gang yang amat kecil dan jalannya hanya bisa dilalui sepeda motor, maksimal odong-odong keliling dan gerobak penjual makanan saja. kemudian ia bertemu seorang perempuan yang dipanggilnya Mpok Titin. Kemudian Mpok Titin membukakan pintu kos yang cukup sederhana dengan ukuran kamar 3x3  meter persegi yang sesuai dengan keinginannya dengan kamar mandi dalam yang hanya muat satu ember plastik dan Wc jongkok kemudian ia isi dengan piring, gelas dan vespa miliknya dan ia pun menikmati kosan tersebut karena ia merasa tidak ada lagi penghakiman membabi buta, tak ada dan penilaian yang dari tampak saja. Kemudian iya menempati kosan itu dan ia pun merasakan kepeningan pada kepalanya lantaran gagal tidur siang yang ia rencanakan karena kecoa mengganggu tidurnya. Ia mendengar rintikan hujan dan ia merasakan kejenuhan dengan keadaan kamarnya lalu ia memutuskan keluar  kamar menghirup  secangkir cappuccino yang mungkin bisa menenangkan dirinya.
            Kemudian, ia keluar menggunakan vespanya melawati jalan ber-paving blok yang bergelombang. Kemudian di dalam berjalanannya ia mendengar suara Mbak Ning” perempuan sederhana dan baik hati asal Tegal” yang menanyakannya mau kemana dan akapun menjawab “mau jalan-jalan dengan melontarkan senyum sembari memangguk”. Kemudian ia berhenti di sebuah kedai kopi bernuansa Cozzy dengan alunan suara Enrique Iglesias  mengalun lembut memenuhi sudut kedai kopi. Akan tetapi, ada kesenduhan, kesepian, sekaligus ada kekecewaan karena ia teringat kepada Mi orang tuanya. Kemudian ia bertemu dengan Rama, seorang laki-laki yang sejak pertama kali ia melihatnya ada kebahagiaan pada Rama. Lalu saat bertemu rama ia berbincang-bincang dengan candaan dan kemudian berhenti seketika dengan keseriusan yang di lontarkan Nyi mengenai judul novel yang akan ia buat yaitu “seorang pelacur dengan anaknya”

·         Keunggulan dan kelemahan buku

*Keunggulan  dalam buku ini adalah ceritanya menarik, menggunakan bahasa yang mudah di mengerti, alurnya tidak membosankan dan ternapat nilai motivasi dan nilai manusiawi pada buku ini.

*Kelemahan dalam buku ini adalah penggabungan judul cerita-ceritanya terlalu banyak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

17M PILAR MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA             Cirebon adalah salah satu kota di Jawa Barat yang terkenal sebagai kota udang. Ci...