Kamis, 13 Juni 2019

Serba-serbi ramadan


SERBA-SERBI DI BULAN RAMADAN

            Di bulan ramadan yang penuh berkah ini, kita bukan saja mencari hidayah dan meningkatkan ibadah dan amalan kita. Di bulan ramadan ini banyak sekali hal yang menarik di sekeliling kita dan hal-hal yang baru di sekeliling kita.
            Tanpa jauh-jauh di sekeliling kita banyak sekali orang-orang yang menunggu bulan suci ramadan dan sekaligus menantikan datangnya hari Raya Idhul Fitri dimana hari tersebut semuanya berkumpul dan memakai pakaian baru dengan model yang sangat beragam, indah, corak yang menarik, gamis-gamis yang anggun dan harga yang beragam dari yang murah hingga yang mahal dan juga yang sudah mereka tunggu dan beli jauh-jauh hari. Akan tetapi, di bulan ramadhan juga banyak sekali serba-serbi yang ada dari makanan, minuman, aksesoris atau hiasan rumah dan suasana di sore hari.
            Makanan-makanan asing yang sering ada dan selalu ada di bulan ramadhan yaitu kolek pisang, kolek kolang kaling, kembang pacar dan sebagainya. Makanan tersebut begitu nikmat dan sangat memanjakan mata untuk kita membelinya dengan kuah air yang coklat dan manis serta pisang pada kolek pisang yang pulen menambah selera pembeli dan di bulan ramadhan ini makanan tersebut cocok sekali untuk berbuka puasa yaitu berbuka dengan yang manis-manis.
            Selain makanan ada juga minuman yaitu es buah dengan komposisi buah yang segar dan sangat banyak yaitu buah naga, papaya, anggur , alpukat, agar-agar, cincau, roti, tape, melon dan sebagainya dan di siram dengan air gula merah dan susu, selain es buah juga ada takjil . Es buah memang setiap hari ada yang berjualan akan tetapi pada bulan ramadhan penjual es buah semakin meningkat dan itu menjadi kesempatan masyarakat untuk menambah penghasilan dan biasanya di bulan ramadhan juga ada yang namanya takjil yaitu makanan berbuka puasa dan biasanya takjil bisa kita peroleh dengan cara membelinya dan ada juga yang membagikannya.
            Selain makanan seperti kolek dan minuman seperti es buah, sebagai kaum muslimin di bulan ramadhan atau bulan puasa juga harus menyediakan buah berwarna coklat kehitam-hitaman dengan biji yang sangat keras  sebagai menu berbuka puasa dan sangat dianjurkan untuk mengonsumsinya lantaran memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kurma juga adalah sunah nabi yang dianjurkan kengonsumsi kurma dalam bilangan ganjil yaitu 1, 3, 5, atau 7 butir.
            Keseharian masyarakat muslimin juga sangat beragam di bulan puasa ini karena mereka di waktu siang mereka mulai mempersiapkan makanan untuk berbuka dan di malam hari mereka mempersiapkan makanan untuk sahur dengan beragam makanan yang mereka persiapkan dan mereka melakukannya dalam satu bulan penuh di bulan suci ramadhan. Di samping itu di bulan ramadhan ini juga ada yang patut kita lirik yaitu keseharian masyarakat saat sore hari menjelang berbuka yaitu mereka melakukan jalan-jalan sore (ngabuburit) mereka lakukan karena untuk mencari makanan untuk berbuka , ada yang sekadar untuk jalan-jalan saja da ada juga yang ngabuburit hanya untuk menghabiskan waktu luang agar menunggu waktu berbuka tidak terasa lama.
            Di bulan ramadhan ini kita juga sering menjumpai supermarket dengan isi yang begitu berbeda dengan hari-hari biasa, perbedaanya yaitu dengan adanya bulan ramadhan hampir atau bahkan seluruh supermarket berisi dengan makanan-makanan ringan, makanan kaleng, dan minum- minuman seperti marjan yang berjejeran serta bertumpuk banyak dan biasanya dapat dijumpai di awal pintu masuk supermarket dan masyarakat sangat memerlukan semua itu karena sudah turun temurun masyarakat membeli makanan ringan dan kaleng saat bulan ramadhan karena untuk sekadar memperingati dan untuk ngirim atau silaturahmi sanak saudara yaitu dengan membawa bingkisan makanan ringan dan kaleng saat hari raya idhul fitri tiba.
            Pada supermarket di setiap bulan Ramadan juga termasuk serba-serbi yang menarik karena banyak sekali yang berubah yaitu sebuah antrian yang begitu panjang dan pembeli yang sedia sabar menanti karena itu termasuk kebutuhan yang mereka perlukan. Selain antrian yang panjang yang telah dilewati mereka juga lanjut mengantri lagi karena di bulan puasa jalanan yang di hari-hari biasa tampak biasa saja akan tetapi di bulan Ramadan semua jalanan akan penuh dan macet. Untuk menanggulanginya yaitu dengan cara memenej waktu atau memperkirakan waktu yang tepat untuk berbelanja.
            Sebelum hari raya idul fitri tiba biasanya para pemuda di desa sudah memiliki tradisi yaitu meminta sumbangan kepada para tetangga untuk membeli sebuah lampu hias LED dan bambu untuk  menempelkan lampu hias yang akan di susun di setiap jalan. Selain untuk menempelkan lampu hias, bambu juga di gunakan untuk pembuatan gapura yang akan di letakkan di depan gang dengan berbagai tulisan yang indah dan menarik untuk menyambut hari raya.
            Setelah bualan ramadhan selesai maka akan ada hari raya idhul fitri dan biasanya pada hari itu semua keluarga berkumpul bersama dan menikmati makanan khas daerah seperti ketupat dengan tambahan kuah yang menggugah selera, daging  rendang yang empuk  dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

17M PILAR MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA             Cirebon adalah salah satu kota di Jawa Barat yang terkenal sebagai kota udang. Ci...