SERBA-SERBI
DI BULAN RAMADAN
Di bulan ramadan yang penuh berkah ini, kita bukan saja
mencari hidayah dan meningkatkan ibadah dan amalan kita. Di bulan ramadan ini
banyak sekali hal yang menarik di sekeliling kita dan hal-hal yang baru di
sekeliling kita.
Tanpa jauh-jauh di sekeliling kita banyak sekali
orang-orang yang menunggu bulan suci ramadan dan sekaligus menantikan
datangnya hari Raya Idhul Fitri dimana hari tersebut semuanya berkumpul dan
memakai pakaian baru dengan model yang sangat beragam, indah, corak yang
menarik, gamis-gamis yang anggun dan harga yang beragam dari yang murah hingga
yang mahal dan juga yang sudah mereka tunggu dan beli jauh-jauh hari. Akan
tetapi, di bulan ramadhan juga banyak sekali serba-serbi yang ada dari makanan,
minuman, aksesoris atau hiasan rumah dan suasana di sore hari.
Makanan-makanan asing yang sering ada dan selalu ada di
bulan ramadhan yaitu kolek pisang, kolek kolang kaling, kembang pacar dan
sebagainya. Makanan tersebut begitu nikmat dan sangat memanjakan mata untuk
kita membelinya dengan kuah air yang coklat dan manis serta pisang pada kolek
pisang yang pulen menambah selera pembeli dan di bulan ramadhan ini makanan
tersebut cocok sekali untuk berbuka puasa yaitu berbuka dengan yang
manis-manis.
Selain makanan ada juga minuman yaitu es buah dengan
komposisi buah yang segar dan sangat banyak yaitu buah naga, papaya, anggur ,
alpukat, agar-agar, cincau, roti, tape, melon dan sebagainya dan di siram
dengan air gula merah dan susu, selain es buah juga ada takjil . Es buah memang
setiap hari ada yang berjualan akan tetapi pada bulan ramadhan penjual es buah
semakin meningkat dan itu menjadi kesempatan masyarakat untuk menambah
penghasilan dan biasanya di bulan ramadhan juga ada yang namanya takjil yaitu
makanan berbuka puasa dan biasanya takjil bisa kita peroleh dengan cara
membelinya dan ada juga yang membagikannya.
Selain makanan seperti kolek dan minuman seperti es buah,
sebagai kaum muslimin di bulan ramadhan atau bulan puasa juga harus menyediakan
buah berwarna coklat kehitam-hitaman dengan biji yang sangat keras sebagai menu berbuka puasa dan sangat
dianjurkan untuk mengonsumsinya lantaran memiliki banyak manfaat bagi kesehatan
dan kurma juga adalah sunah nabi yang dianjurkan kengonsumsi kurma dalam bilangan
ganjil yaitu 1, 3, 5, atau 7 butir.
Keseharian
masyarakat muslimin juga sangat beragam di bulan puasa ini karena mereka di
waktu siang mereka mulai mempersiapkan makanan untuk berbuka dan di malam hari
mereka mempersiapkan makanan untuk sahur dengan beragam makanan yang mereka
persiapkan dan mereka melakukannya dalam satu bulan penuh di bulan suci
ramadhan. Di samping itu di bulan ramadhan ini juga ada yang patut kita lirik
yaitu keseharian masyarakat saat sore hari menjelang berbuka yaitu mereka melakukan
jalan-jalan sore (ngabuburit) mereka lakukan karena untuk mencari makanan untuk
berbuka , ada yang sekadar untuk jalan-jalan saja da ada juga yang ngabuburit
hanya untuk menghabiskan waktu luang agar menunggu waktu berbuka tidak terasa
lama.
Di bulan ramadhan ini kita juga sering menjumpai
supermarket dengan isi yang begitu berbeda dengan hari-hari biasa, perbedaanya
yaitu dengan adanya bulan ramadhan hampir atau bahkan seluruh supermarket
berisi dengan makanan-makanan ringan, makanan kaleng, dan minum- minuman
seperti marjan yang berjejeran serta bertumpuk banyak dan biasanya dapat
dijumpai di awal pintu masuk supermarket dan masyarakat sangat memerlukan semua
itu karena sudah turun temurun masyarakat membeli makanan ringan dan kaleng
saat bulan ramadhan karena untuk sekadar memperingati dan untuk ngirim atau
silaturahmi sanak saudara yaitu dengan membawa bingkisan makanan ringan dan
kaleng saat hari raya idhul fitri tiba.
Pada supermarket di setiap bulan Ramadan juga termasuk
serba-serbi yang menarik karena banyak sekali yang berubah yaitu sebuah antrian
yang begitu panjang dan pembeli yang sedia sabar menanti karena itu termasuk
kebutuhan yang mereka perlukan. Selain antrian yang panjang yang telah dilewati
mereka juga lanjut mengantri lagi karena di bulan puasa jalanan yang di
hari-hari biasa tampak biasa saja akan tetapi di bulan Ramadan semua jalanan
akan penuh dan macet. Untuk menanggulanginya yaitu dengan cara memenej waktu
atau memperkirakan waktu yang tepat untuk berbelanja.
Sebelum hari raya idul fitri tiba biasanya para pemuda di
desa sudah memiliki tradisi yaitu meminta sumbangan kepada para tetangga untuk
membeli sebuah lampu hias LED dan bambu untuk menempelkan lampu hias yang akan di susun di
setiap jalan. Selain untuk menempelkan lampu hias, bambu juga di gunakan untuk
pembuatan gapura yang akan di letakkan di depan gang dengan berbagai tulisan
yang indah dan menarik untuk menyambut hari raya.
Setelah bualan ramadhan selesai maka akan ada hari raya
idhul fitri dan biasanya pada hari itu semua keluarga berkumpul bersama dan
menikmati makanan khas daerah seperti ketupat dengan tambahan kuah yang
menggugah selera, daging rendang yang
empuk dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar