Sunyi
di Dada Sumirah
·
Identitas Buku
Judul : Kamar 3x3
Penulis :Artie Ahmad
Penerbit : Mojok
Kota Terbit :
Yogyakarta
Tahun Terbit : 2018
Tebal Buku : viii + 298
halaman
ISBN :
978-602-1318-72-0
Nama : Nyi sebagai
pengarang
Arlen sebagai teman pengarang
Mpok Titin sebagai ibu kos
Mbak Ning pemilik warteg asal Tegal
Rama sebagai penyemangat bagi Nyi/pengarang
Kamar 3x3 yang berada di kawasan Pondok Kopi, Jakarta
Timur menggambarkan cerita seorang gadis yang mencari suaka baru, mencari tempat
untuknya tidur dan mendapat ketenangan. Cerita ini menggambarkan seorang gadis
yang menceritakan dirinya sendiri yang merasa dirinya dililai tampak seperti mahluk
atau manusia rekaan yang tidak di pandang baik oleh orang lain di desanya. Lalu
ia mencari tempat baru di Jakarta dan ia menemukan tempat kos-kosan yang berada
di sebuah kota akan tetapi jauh dari ramainya kota Jakarta yang terkenal ramai
dan padat, ia menemukan kosan itu saat ia di tunjukan oleh temannya yang
bernama Arlen “gadis muda yang selalu tampak ceria” . Tempat itu adalah tempat
kaum urban untuk tinggal atau tempat orang perantau yang datang dari desa yang
harus menempuh belasan jam dari Jakarta. Tempatnya di sebuah gang yang amat
kecil dan jalannya hanya bisa dilalui sepeda motor, maksimal odong-odong
keliling dan gerobak penjual makanan saja. kemudian ia bertemu seorang
perempuan yang dipanggilnya Mpok Titin. Kemudian Mpok Titin membukakan pintu
kos yang cukup sederhana dengan ukuran kamar 3x3 meter persegi yang sesuai dengan keinginannya
dengan kamar mandi dalam yang hanya muat satu ember plastik dan Wc jongkok
kemudian ia isi dengan piring, gelas dan vespa miliknya dan ia pun menikmati
kosan tersebut karena ia merasa tidak ada lagi penghakiman membabi buta, tak
ada dan penilaian yang dari tampak saja. Kemudian iya menempati kosan itu dan
ia pun merasakan kepeningan pada kepalanya lantaran gagal tidur siang yang ia
rencanakan karena kecoa mengganggu tidurnya. Ia mendengar rintikan hujan dan ia
merasakan kejenuhan dengan keadaan kamarnya lalu ia memutuskan keluar kamar menghirup secangkir cappuccino yang mungkin bisa
menenangkan dirinya.
Kemudian, ia keluar menggunakan vespanya melawati jalan
ber-paving blok yang bergelombang. Kemudian di dalam berjalanannya ia mendengar
suara Mbak Ning” perempuan sederhana dan baik hati asal Tegal” yang
menanyakannya mau kemana dan akapun menjawab “mau jalan-jalan dengan
melontarkan senyum sembari memangguk”. Kemudian ia berhenti di sebuah kedai
kopi bernuansa Cozzy dengan alunan suara Enrique Iglesias mengalun lembut memenuhi sudut kedai kopi.
Akan tetapi, ada kesenduhan, kesepian, sekaligus ada kekecewaan karena ia
teringat kepada Mi orang tuanya. Kemudian ia bertemu dengan Rama, seorang
laki-laki yang sejak pertama kali ia melihatnya ada kebahagiaan pada Rama. Lalu
saat bertemu rama ia berbincang-bincang dengan candaan dan kemudian berhenti
seketika dengan keseriusan yang di lontarkan Nyi mengenai judul novel yang akan
ia buat yaitu “seorang pelacur dengan anaknya”
·
Keunggulan dan kelemahan buku
*Keunggulan dalam buku ini adalah ceritanya menarik,
menggunakan bahasa yang mudah di mengerti, alurnya tidak membosankan dan
ternapat nilai motivasi dan nilai manusiawi pada buku ini.
*Kelemahan
dalam buku ini adalah penggabungan judul cerita-ceritanya terlalu banyak.